Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Tips hidup sehat

TIPS SEHAT
Seri Tips Kesehatan Keluarga

Kebiasaan menggunakan air ludah sebagai obat luka seharusnya membuktikan betapa saktinya cairan tubuh yang satu ini. Kalau air liur si kecil terlihat menetes (hipersalivasi), bersyukurlah karena berarti produksinya baik. Ini merupakan bentuk perlindungan tubuh. Beberapa riset yang dilakukan para ahli medis menyatakan, air ludah yang terdiri atas air dan protein berbentuk mucin (lendir) mampu mempercepat penyembuhan luka karena mengandung antibodi, mineral, antioksidan, dan berbagai zat lainnya. Seiring dengan bertambahnya usia, umumnya hipersalivasi lambat laun akan berhenti.

Sebaliknya, kekurangan air liur (hiposalivasi) pada anak bisa berdampak di antaranya kerusakan gigi. Ini karena tidak adanya mineral yang berfungsi melindungi gigi. Akibatnya, gigi pun jadi rawan terjangkit karies. Selain itu, jaringan lunak rongga mulut akan mudah mengalami gangguan oksidatif karena kurangnya oksidan. Tak heran kalau gusi dan mulut jadi mudah mengalami sariawan dan luka-luka kecil.

FUNGSI AIR LUDAH

Air ludah diproduksi di rongga mulut dengan tujuan:

* MEMBANTU PROSES PENGUNYAHAN

Dengan bantuan air ludah, makanan yang dikunyah jadi cepat hancur. Dengan demikian kerja lambung dalam mencerna makanan pun jadi lebih ringan, sehingga proses penyerapan makanan oleh tubuh jadi lebih optimal.

* PERTAHANAN TUBUH

Saliva juga dilengkapi dengan berbagai unsur pertahanan tubuh. Salah satunya adalah antibodi sebagai immunoglobulin yang mampu menangkal berbagai bibit penyakit yang masuk, seperti kuman, bakteri, virus, ataupun zat asing lainnya. Air liur (saliva) mengandung antibodi dan antioksidan yang berfungsi membunuh bibit penyakit di dalam mulut. Entah itu terbawa oleh makanan, minuman, ataupun aktivitas lainnya.

* ANTIOKSIDAN

Asam urat (uric acid) yang terkandung dalam saliva sangat baik karena berfungsi sebagai antioksidan. Ini tentu sangat bermanfaat karena sebagian besar makanan yang ada mengandung bahan-bahan kimiawi yang bersifat prooksidan, yaitu bahan makanan yang mampu mengoksidasi senyawa lain yang ada di sekitarnya. Atau secara awam bisa dikatakan sebagai “racun” dalam jaringan tubuh. Dengan adanya antioksidan dalam ludah, maka racun-racun tersebut dapat dinetralisasi.

* MENJAGA KEKUATAN GIGI

Air liur juga kaya akan mineral yang sangat penting untuk menjaga kekokohan gigi. Mineral seperti fluor, kalsium, dan fosfor sangat baik untuk melindungi permukaan email gigi dari serangan karies. Nah, ludahlah yang bertugas melapisi gigi agar tidak mudah rusak. Tidak cuma itu. Air ludah juga sangat baik karena selalu membasuh/mencuci gigi, hingga makanan yang dikunyah tidak lengket dan merusak gigi. Itulah yang dinamakan self cleansing (proses pencucian otomatis).

MENGOBATI LUKA JANGAN SEPENUHNYA ANDALKAN AIR LUDAH

Tubuh memang memiliki mekanisme pertahanan sendiri dalam melawan bibit penyakit, termasuk yang masuk melalui rongga mulut. Namun, meski sudah diproteksi tak jarang pertahanan tubuh bisa bobol juga. Ini karena jumlah dan kekuatan bibit penyakit yang masuk sangatlah besar dan terbilang ganas. Itulah sebabnya, kita tidak bisa sepenuhnya mengandalkan air ludah untuk menjaga kesehatan.

Selain itu, meski membantu dalam mengobati luka ringan maupun sakit mata, penggunaan air ludah tetap tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya bentuk pengobatan. Apalagi saat ini banyak obat yang terbukti jauh lebih ampuh dan cepat menyembuhkan, baik untuk penyakit ringan, sedang, maupun berat.

Yang tak kalah penting untuk diingat, mencegah tentu saja lebih baik daripada mengobati. Daripada mengandalkan air ludah untuk membunuh kuman, mengapa tidak mencegah agar kuman itu tidak masuk ke tubuh si kecil? Caranya, dengan menerapkan pola hidup sehat. Terutama mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, selain menjaga kebersihan mulut dan tangan.

Saeful Imam. Ilustrator Pugoeh

Konsultan Ahli:
Drg. Widijanto Sudhana, M.Kes.,
staf pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta
kandidat doktor di program Pasca Sarjana UGM
Info
MANFAAT TERTAWA DITELITI BANYAK AHLI

Norman Causins, seorang redaktur Saturday Review di AS, menderita penyakit aneh dan langka. Penderita penyakit ini bakal tersiksa dan merasakan sakit yang luar biasa, meskipun hanya menggerakkan sedikit saja bagian tubuhnya. Menurut dokter, kesembuhan bagi Norman sangat kecil, 1:500. Berbagai obat sudah dicoba, tetapi kesehatannya tak kunjung membaik.
Suatu ketika Norman terilhami sebuah ayat dalam Amsal yang ditulis oleh Raja Sulaiman sekitar 2.000 tahun lalu, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.” Atas persetujuan dr. William Hitzig yang merawatnya, Norman menggantikan semua obat yang diminumnya dengan banyak tertawa plus mengonsumsi vitamin C. Berbagai film komedi dia tonton, sehingga ia bisa tertawa terbahak-bahak. Pada hari ke-8 setelah menjalani terapi tersebut, ia sudah bisa menggerakkan jempolnya tanpa rasa sakit. Juga tertawa selama 10 menit bisa membuat dia tidur pulas selama 2 jam. Akhirnya, penyakitnya berangsur sembuh, kemudian hilang sama sekali. Pengalamannya itu lantas dibukukan dalam buku karangannya, An Anatomy of Illness.
Selain Norman, keampuhan tertawa sebagai obat juga banyak diteliti para ahli, di antaranya :

* Dr. Lee Berk, seorang imunolog dari Loma Linda University di California, AS, pernah bilang, tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu efinefrin dan kortisol, yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit. Dalam riset lain, dr. Rosemary Cogan dari Texas Tech University menemukan bukti bahwa rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tidak itu saja, kekebalan tubuh pun bisa meningkat.

* Dr. Malton Miller juga membuktikan, tertawa membuat hidup lebih sehat, tenang dan nyaman, serta menunjukkan getaran otak pada frekuensi gelombang alfa yang membuat orang merasa rileks dan santai. Direktur Centre for Preventive Cardiology Maryland Medical Centre Baltimore ini telah membuktikan hubungan tertawa dengan serangan jantung. Penyebab serangan jantung antara lain stres, yang memicu kerusakan endotelium pembuluh arteri jantung dan mendorong terciptanya kolesterol dalam pembuluh darah. Tertawa bisa menghasilkan zat kimia (kemungkinan nitrioksida) yang dapat memperlancar peredaran darah. Saat stres keluarlah hormon adrenalin yang menyebabkan jantung berdebar keras. Sementara saat tertawa, tubuh melepaskan hormon adrenalin dan secara otomatis tercipta efek antiadrenalin, ketegangan mereda dan tekanan darah menurun.

* Dokter William Foy dari Universitas Stanford di AS bilang, tertawa terbahak-bahak amat bermanfaat bagi orang sehat. Hasil penelitiannya menunjukkan, tertawa terpingkal-pingkal akan menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa demikian tubuh terasa rilaks dan tenang, sama seperti orang habis berolahraga. Tertawa juga akan melatih diafragma torak, jantung, paru-paru, perut, dan membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Disamping itu, tertawa sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi.

* Dokter William Frey, seorang pakar biokimia dan direktur Dry Eyes and Tears Research Center di Mineapolis, AS, menyatakan tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endokrin sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Menurut hipotesisnya, tertawa akan merangsang otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh.

* Penelitian Prof. Dr. Lucille Namehow, seorang pakar yang menangani proses penuaan dari Connecticut, AS, menyodorkan fakta bahwa tertawa bisa membantu mereka yang sudah tua renta untuk tetap awet tua, sementara yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga.

* Dokter Madan Kataria, sejak Maret 1995 tertarik untuk menerapkan terapi tawa. Awalnya mereka yang ikut terapi tawa dianggap sebagai orang “gila”, namun tak lama kemudian aktivitas Dr. Madan menyedot perhatian banyak orang dan akhirnya menyebar ke berbagai penjuru dunia. Bukunya, Laugh For No Reason pun banyak dibaca orang dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul Tertawa Itu Sehat (Gramedia Pustaka Utama, 2003). Dr. Madan kemudian menjadi perintis gerakan Klub Tawa Sedunia yang tujuannya untuk membuat seluruh peserta menjadi rileks dan bugar. Selama 15-20 menit, orang dapat tertawa tanpa menggunakan lelucon. Sekarang ini ada lebih dari 1.200 Klub Tawa tersebar di dunia.

Karena dianggap memberikan dampak positif, maka kini banyak dokter yang menerapkan terapi tertawa dalam proses penyembuhan para pasien mereka.

2008

(dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *