Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Pulae Edam di Kepulauan Seribu


 
Seri Wisata Pulau Indonesia

 

taken from many sources

Pulau Edam

Pulau Edam adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau disebut juga Pulau Damar Besar (untuk membedakan dengan pulau Damar kecil yang memang lebih kecil dan berada di dekat Pulau Damar Besar alias Pulau Edam ini).Pernah menjadi garis depan pertahanan militer Jepang dan masih terkenal dengan mercusuar yang sudah langka. Pulau ini kini berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.Untuk mencapai pulau ini bisa dengan menyewa boat dari Tanjung Priok, Kamal, Ancol maupun tempat lain di pesisir Jabodetabek.

Konon nama Edam diambil dari nama salah satu kota di Belanda, dan mulai dikembangkan intensif pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Camphuijs (1684-1691)

Mercusuar yang dibangun tahun 1879 ini berdiri setinggi 60 meter dan seluruhnya dibuat dari besi pelat. Untuk tiba di puncak mercusuar, pengunjung harus melalui lebih dari 270 anak tangga. Mercusuar ini berfungsi membantu navigasi kapal yang akan memasuki Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari jarak 20 mil, mercusuar ini sudah bisa terlihat. Di masa lalu, mercusuar menggunakan api bertenaga minyak tanah. Kini menggunakan tenaga listrik berdaya 1.000 watt.

Dalam buku Sejarah Teluk Jakarta terbitan tahun 1996 milik Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta kala itu (kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta – Red) disebutkan bahwa Pulau Edam menyimpan banyak peninggalan kepurbakalaan terutama masa kolonial Belanda dan pemerintahan Jepang di Indonesia. Selain mercusuar , masih terdapat peninggalan lain berupa benteng.

Benteng di Pulau Edam terletak di sebelah timur laut pulau ini. Bangunan inti berbentuk kerucut terpancung. Pada tahun 2005-an benteng ini terlihat tak terlalu utuh, namun masih terlihat bentuk benteng. Tembok benteng juga sudah penuh dengan lumut dan tertutupi tanaman menjalar. Dalam buku itu disebutkan juga, berdasarkan literatur perbentengan fungsi bangunan itu bukan untuk benteng melainkan sebagai tanggul meriam atau batterij berdiameter sekitar 10 m.

Bangunan inti sebagian massive dan sebagian berongga. Bagian yang berongga merupakan ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah atau bunker ini tak lagi bisa dimasuki karena, lima tahun lalu, kondisinya sudah tertutup tanah dan akar pohon.

Pulau seluas sekitar 36 hektar ini merupakan pulau yang pernah direncanakan sebagai tempat perjudian. Alwi Shahab menyebutkan, di tahun 1950-an Walikota Sudiro sempat mempunyai rencana membuat perjudian legal di Kepulauan Seribu dan Pulau Edam menjadi alternatif sebagai lokasi strategis karena lokasinya tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Di pulau ini juga terdapat makam Syarifah Fatimah, Wali Sultan Banten. Sejarah keberadaan bangunan-bangunan di sini belum terkuak jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *