Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Jack Dempsey Dalam Gambar Kaleng

Jack Dempsey Dalam Gambar Kaleng

Diambil dari: Warta Kota, Kamis, 19 Mei 2011
Sekitar tahun 1920an, dunia terkagum-kagum pada seorang lelaki dari Amerika Serikat. Ia adalah seorang petinju.
Di panggung terbuka penonton berjejal, bersorak riuh rendah,petinju iru bernama Jack Dempsey.
Barangkali semua perempuan tua dan muda,mencuci mata melihat lelaki muda itu. Penonton lelaki pun tidak kalah bersemangat mengawasi gerak-gerik Jack, si jagoan itu. Sesampai di rumah sesudah menonton kemenangan petinju itu, pasti banyak yang bermimpi dan berkhayal menjadi seorang Jack Dempsey bagi isteri atau kekasihnya

Jack Dempsey tampan, gagah dan kelihatan sangat sehat dan kuat. Tidak mengherankan bahwa ia sering pula menjadi bintang berbagai iklan, juga iklan susu untuk anak-anak. Di negeri Belanda, dari dulu orang menganggap susu penting untuk pertumbuhan anak. Di negeri yang pernah jumlah ternak sapinya mungkin sama besar dengan jumlah penduduknya, teknologi pengawetan susu sapi sangat cepat dikembangkan.
Hal itu kemungkinan juga dianggap penting dan berkaitan dengan keyakinan orang Belanda bahwa minum susu tidak dapat ditinggalkan bila seseorang ingin sehat selalu.

Entah mulai kapan pertama kali muncul iklan perusahaan susu di nusantara. Di dalam majalah De Huisvrouw dan koran Deli Courant terbitan Medan dan Sinpo di Batavia terlihat banyak iklan produk susu untuk anak maupun orang dewasa. Pada tanggal 24 Juli 1930 dalam koran Djawa Tengah yang terbit di Semarang terdapat sebuah iklan yang menarik dan lucu. Dalam iklan Ovomaltine itu, terdapat gambar seorang ibu yang meawarkan secangkir susu kepada anak lelakinya yang tampak sehat. Tangan kiri dan kanan anak itu memakai ‘sarung tangan petinju’ terbuat dari kaleng bekas Ovomaltine yang sudah habis (diminum).Teks di bawah gambar lucu itu berbunyi:”Iboe, sekarang saja ada sama koewat seperti si Dempsey!”

Iklan seperti itu bukan hanya lucu dilihat dan dibaca, tetapi juga menarik sebagai kajian serius tentang dunia perikanan dan pola pikir yang melandasi gaya promosi zaman itu.Iklan di atas tidak hanya berhenti pada teks pendek itu saja. Sebuah uraian panjang lebar disertakan pula untuk membujuk dan meyakinkan pembaca.

“Baroe ia (anak lelaki tadi,maksudnya) kaloewar dari tempat tidoernja, ini anak nakal soedah maoe berkoentau dengan iboenja, jang membawa padanja satoe mangkok Ovo…”
(dikutip dari Warta Kota – Frieda Amran Antropolog tinggal di Belanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *