Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Kiprah Madeleine Albright,wanita tangguh dalam politik Amerika

Kiprah Albright di panggung politik Amerika

 albright
 Sejarah negara Amerika Serikat mencatat bahwa wanita pertama yang menjabat sebagai menteri luar negeri adalah Madeleine Albright.
Madeleine baru berusia 2 tahun ketika keluarganya harus mengungsi ke Inggris. Waktu itu Jerman menggabungkan Bohemia dan Moravia pada tahun 1939.Madeleine lulus dari sekolah menenfgah atas Kent Denver pada tahun 1955

 Eksistensi Madeliene Albright di dunia politik dimulai ketika ia diundang untuk mengorganisir acara makan malam untuk mengumpulkan dana bagi Senator Ed Muskie dari Maine di kampanye presiden pada 1972.
Albright lalu ditunjuk untuk menjadi asisten ketua legislatif Muskie enam tahun sesudahnya. Wanita yang meraih gelar sarjana ilmu politik dari Wellesley College ini bekerja di Gedung Putih sebagai penghubung kongres Konsul Keamanan Nasional atas tawaran oleh Brzezinski setelah mantan profesor Madeleine tersebut ditunjuk menjadi Penasehat Keamanan Nasional.

Sebagai pendukung partai Demokrat, pengetahuan Madeleine membuatnya memperoleh posisi sebagai penasehat politik luar negeri di partai tersebut. Ketika Presiden Bill Clinton terpilih pada 1992, Madeleine ditugaskan untuk menangani transisi ke pemerintahan baru di Konsul Keamanan Nasional. Presiden Clinton menugaskannya menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada 1996, mengomentari peristiwa seorang pilot militer Kuba menembak jatuh dua pesawat kecil sipil yang terbang diatas perairan internasional, Madeleine berkata, “Itu bukanlah tindakan seorang pemberani. Itu adalah tindakan pengecut.” Kalimat ini membuatnya semakin dekat dengan Presiden Clinton yang mengatakan bahwa itu “mungkin kalimat paling efektif dalam mencerminkan kebijaksanaan luar negeri pemerintahan ini”.

Ketika menjabat menjadi Sekretaris Negara ke-64, Madeleine memperkuat hubungan AS dengan para sekutunya, mendorong pelaksanaan demokrasi dan hak asasi manusia, dan mempromosikan bisnis dan perdagangan, tenaga kerja dan standar lingkungan Amerika di luar negeri. Walaupun menjabat sebagai Sekretaris Negara, namun karena tidak terlahir di kawasan Amerika, wanita yang menjadi warga negara Amerika pada tahun 1957 ini tidak dapat berada dalam daftar mereka yang dapat menjadi presiden seandainya terjadi sesuatu pada presiden yang sedang menjabat.Albright telah dikritik secara luas untuk komentarnya dalam sebuah wawancara pada 12 Mei 1996 dalam program televisi 60 Minutes. Dalam topik mengenai sanksi AS terhadap Irak, jurnalis  Leslie Stahl bertanya, “Kita telah mendengar bahwa setengah juta anak-anak telah meninggal. Itu lebih dari jumlah anak-anak yang tewas di Hiroshima. Apakah ini suatu harga yang pantas dibayar?”,Jawaban Albright sungguh mengejutkan, wanita ini menjawab, “Saya rasa ini adalah suatu pilihan yang sulit, namun hal tersebut kami rasa ia merupakan harga yang pantas dibayar.”

Selepas masa jabatannya sebagai Sekretaris Negara, Madeleine mendirikan Albright Group, firma konsultan strategi internasional dengan daftar klien seperti Coca Cola, Merck, dan Dubai Ports World. Madeleine menjabat sebagai salah satu Ketua Kehormatan organisasi nirlaba World Justice Project dan Ketua dewan penasehat untuk The Hague Institute for Global Justice.

Dalam wawancara yang diterbitkan majalah Newsweek International pada tanggal 24 Juli 2006, Madeleine mengatakan, “Saya harap saya salah, tapi saya takut Irak akan menjadi bencana terbesar kebijakan luar negeri Amerika – lebih parah daripada Vietnam.” Dia dianugrahi penghargaan Presidential Medal of Freedom oleh Presiden Barrack Hussein Obama pada bulan Mei 2012, penyesalan terbesar wanita yang fasih dalam enam bahasa ini ketika menjabat menjadi Duta Besar untuk PBB adalah tidak segera menghentikan pembersihan etnis di Rwanda.

Rumah tangga dan kehidupan pribadinya.

Ada kisah menarik tentang kehidupan nsehari-hari Madeleine. Saudara lelakinya bernama John mengaku kepada majalah Time bahwa Madeleine tidak tahu harus beli apa jika masuk ke toko peralatan dapur, karena tokoh ini memang tidak pernah memasak.

(Dari berbagai sumber)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *