Maaf, Anda mengaktifkan Adblock pada browser anda!
Atau anda tidak mengaktifkan Javascript![ ? ]

Category Archives: Arkeologi

Dewa Osiris dalam mitologi Mesir kuna

Dewa – dewi Mesir Purba


AMON RA
Amon adalah Dewa Bulan. Dalam Mitologi Mesir Kuno dalam bentuk Amun-RA,Ia Menjadi pusat tatanan yang rumit. Sebagai Pencipta Dewa Ia Pembela Kaum Miskin Dan Pusat Kesalehan Pribadi. Amun Diciptakan Sendiri Tanpa Ibu Dan Ayah,Dan Selama Kerajaan Baru Ia Menjadi Ekspresi Terbesar Dewa Dalam Mesir Teologi. Amun-RA,
Juga Sama Seperti Dewa Pencipta,Tidak Secara Fisik Melahirkan Alam Semesta. Posisinya Adalah Raja Dewa.
Dewa Mesir Kuno Yang Paling Dipuja Dan Merupakan Dewa Tertinggi. Kuil Abu Simbel Dibangun untuk menyembahnya. RA Sering Di Gambarkan Sebagai Dewa Matahari,RA Sering Diucapkan ‘Rah’ Tetapi Lebih Tepat ‘Re’. Menjadi Dewa Mesir Kuno Selama 5 Dinasti,Ia Sering Diidentikan Dengan Matahari Ditengah Hari,Dengan Dewa-Dewi Yang Mewakili Posisi Lain Dari Matahari,
RA Selalu Berubah Dari Waktu Kewaktu,Dan Dalam Satu Bentuk Lain Ia Berkata Pada Matahari Yang Mewakili Setiap Saat Sepanjang Hari. Kemudian Disebut Heliopolis’Kota Matahari’Oleh Orang Yunani Kuno. Kemudian RA Bergabung Dengan Dewa Horus,Sebagai ‘Re-Horakhty’. Ketika Mencapai Posisi Penting Dalam Jajaran Mesir,Ia Dipercaya Memimpin Langit,Bumi,Dan Bawah Tanah. Dia Juga Dikaitkan Dengan Elang,Sebagai Simbol Lain Dewa Matahari Yang Melindungi Fir’aun. Anak-Anak Hathor Dianggap Ayah Oleh RA.

ANUBIS
Anubis Dalam Kepercayaan Mesir Kuno Dianggap Sebagai Dewa Kematian Atau Pencabut Nyawa Yang Sadis Dengan Wujud Manusia Berkepala Anjing,Atau Dalam Bentuk Anjing Lengkap Warna Daging Yang Membusuk,Mengenakan Pita Dan Memegang Cambuk Di Lengannya.
Anjing Itu Juga Berkaitan Tentang Kuburan Di Mesir Kuno. Anubis Adalah Dewa Yang Berkaitan Tentang Pembalseman Mumi Dan Kehidupan Setelah Mati,Hal Itu Dibuktikan Pada Kalungnya Yang Bermata Ankh Yang Berarti Reingkarnasi. Pada Bahasa Mesir Anubis Dikenal Sebagai Inpu(Dibaca Anupu),Dia Juga Mempunyai Hubungan Dengan Dewa Hermes Dari Yunani.

HATHOR
Hathor Adalah Dewi Yang Dipersonifikasikan Tentang Prinsip Feminim,Cinta,Sukacita. Dia Adalah Dewi Yang Paling Populer Sepanjang Sejarah Mesir Kuno. Ia Disembah Oleh Masyarakat Umum. Dalam Kuburan Digambarkan Sebagai ‘Pemimpin Barat’ Menjemput Orang Mati Ke Kehidupan Selanjutnya. Dia Juga Merupakan Dewi Musik,Tari,Dan Kesuburan Tanah Asing Yang Membantu Perempuan Dalam Proses Kelahiran.

HORUS
Horus Adalah Salah Satu Dewa Yang Penting Dalam Mesir Kuno,Yang Dipuja Setidaknya Selama Akhir Periode Predinastik Melalui Yunani Sampai Romawi. Berbagai Bentuk Horuses Dicatat Dalam Sejarah. Bentuk Paling Awal Adalah Horus Falcon Yang Merupakan Dewa Pelindung Nekhen Di Mesir. Horus membunuh Seth untuk membalaskan dendam ayahnya ‘Osiris’ Yang Dibunuh Seth.

ISIS
Isis Adalah Dewi Mesir Kuo Yang Terkenal Diyunani Dan Romawi. Dia Dipuja Sebagai Ibu Yang Ideal,Istri,Pelindung Alam Dan Sihir. Dia Adalah Teman Budak,Orang-Orang Berdosa,Pengrajin,Orang-Orang Tertindas,Serta Mendengarkan Doa Orang-Orang Kaya,Gadis,Bangsawan,Dan Pengusaha. Isis Juga Merupakan Dewi Ibu Dan Kesuburan. Isis Selain Sebagai Istri Osiris,Dia Juga Adik Osiris. Semenjak Kematian Osiris,Isis Berkelana Untuk Mengumpulkan Bagian Tubuh Osiris Yang Disebar Seth.

KHNUM
Khnum Adalah Dewa Yang Paling Awal. Dewa Sumber Dari Sungai Nil. Karena Banjir Tahunan Sungai Nil Membawa Lumpur,Tanah Liat,Dan Membawa Air Kehidupan Kepada Sekitarnya,Ia Dianggap Sebagai Pencipta Tubuh Manusia Dengan Membuat Roda Tembikar,Dari Tanah Liat Dan Ditempatkan Pada Ibu Mereka’Rahim’.

Maat Adalah Dewi Mesir Kuno Dengan Konsep Kebenaran,Keseimbangan,Keteraturan,Hukum,Moralitas,Dan Keadilan. Dewi Maat Juga Disebut Dewi Pengatur Bintang-Bintang,Musim,Serta Tindakan-Tindakan Baik Manusia Dan Para Dewa,Yang Mengatur Alam Semesta Dari Kekacauan. Setelah Perannya Dalam Penciptaan Dan Terus Mencegah Kembali Ke Alam Semesta Dari Kekacauan,Peran Utamanya Dalam Mitologi Mesir Kuno Berurusan Dengan Penimbangan Jiwa-Jiwa Yang Terjadi Di Dunia Bawah. Bulunya dipakai sebagai ukuran yang menentukan Apakah Jiwa Orang Yang Sudah Meninggal dapat masuk Surga atau tidak.

Nephthys adalah dewi yang tidak diketahui asal-usulnya . Berdasarkan Bahasa Mesir Kuno Berarti ‘ Nyonya Rumah’,Seolah-Olah Menunjukan Kepada Manusia, Tidak Dengan Cara Apapun Harus Diidentifikasikan Dengan Beberapa Gagasan Tentag Ibu Rumah Tangga. Maupun sebagai wanita utama yang Memerintah Negeri Umum Rumah Tangga. Ini Adalah Kesalahan Meresap Dan Mengerikan Yang Sering Diulang-Ulang. Nama Yang Khusus Adalah ‘Nyonya Kuil’.

Osiris Adalah Dewa Kehidupan Alam Yang Menguasai Akhirat. Dewa Ini Juga Banyak Disembah. Osiris Digambarkan Menggunakan Mahkota Yang Mirip Dengan Mahkota Putih Dari Mesir. Dia Juga Membawa tongkat lengkung dan cambuk,Lekukannya Diperkirakan Untuk Mewakili Osiris Sebagai Dewa Gembala. Simbol Mencambuk Sudah Pasti Dengan Cambuk Gembala,Terbang Menyapu. Biasanya Ia Dilambangkan Dengan Warna Hijau’Warna Kelahiran Kembali’ Atau Hitam’Mengacu banjir dataran  Sungai Nil yang subur’. Osiris Mempunyai Adik Isis Yang Merupakan Istrinya Juga. Osiris Dibunuh Seth,mayatnya dipotong-potong Dan Dihanyutkan Di Sungai Nil. Setelah Tubuhnya Dikumpulkan Isis,Osiris Bangkit Kembali Dan Naik Kelangit Membentuk Rasi Bintang Orion. Seketika Itu Isis Hamil Dan Melahirkan  Horus yang kelak menjadi dewa.

Sekhmet Adalah Dewi Yang Digambarkan Sebagai Singa Betina,Pemburu Paling Sengit Yang Dikenal Oleh Mesir Kuno. Dia Dianggap Sebagai Pelindung Fir’aun Dan Pemimpin Mereka Dalam Peperangan. Sekhmet Juga Dianggap Sebagai Ibu Harmaches.

Seth/Sotekh Adalah Dewa Yang Bersifat Antagonis. Sebenarnya Dia Juga Bukan Asli Dewa Dari Mesir Kuno. Dewa Yang Berkedudukan Tinggi Ini Satu-Satunya Yang Dapat Dikatakan Sejajar Dengan RA. Dia Juga Disebut Dewa Gurun,Badai Pasir,Dan Kegelapan. Seperti Loki Di Mitologi Viking Ares Di Yunani Ia Merupakan Dewa Yang Menarik,Karna Tetap Disembah Walau Reputasinya Buruk Dan Status Kedewaannya Diwakili Sifat-Sifat Buruk. Loki Mewakili Tipudaya Serta Ilmu Hitam,Ares Mewakili Peperangan Dan Rasa Haus Darah. Seth Dikenal Bermusuhan Dengan Horus Karna ‘Osiris’Ayah Horus Dibunuh Seth Dengan Bantuan Typhon Sang Dewa Badai Dari Mitologi Yunani Dengan Memotong-Motong Tubuhnya Dan Menyebarkanya Disungai Nil. Analogi Permusuhan Ini Adalah Gurun Pasir’Seth’ Yang Melambangkan Bencana,Panas Terik Berhadapan Dengan Sungai Nil’Horus’ Yang Melambangkan Kesuburan,Anugrah Umat Manusia. berkat Jejahatanya,Seth Dianggap Iblis,Dewa Jejahatan,Dan Sumber Kemalangan. Hingga Akhirnya Horus Berhasil Membunuhnya.

Sobek Adalah Dewa Yang Digambarkan Sebagai Buaya pada umumnya, atau Sebagai Seorang pria berkepala buaya. Ketika Dianggap Sebagai Pelindung Pasukan Fir’aun,Ia Ditampilkan Dengan Simbol Otoritas Raja. Dia Juga Digambarkan Bersama  palang panteknya,Yang Mewakili Kemampuannya untuk Membatalkan Niat Jahat Dan Menyembuhkan Penyakit. Ia Pernah Menjadi Sobek-RA,Hal Itu Ditunjukan Dengan Cakram Matahari Diatas Kepalanya,Sebagai Dewa Matahari.

Thoth Dianggap Sebagai salah Satu Dewa Penting Di Mesir,Sering Digambarkan Dengan Kepala Dari Sesosok Iblis. Kepalanya Berada Di Khemennu Tempat Suci Dimana Dia Memimpin Masyarakat Setempat. Kemudian Berganti Nama Menjadi Hermopolis Oleh Orang-Orang Yunani.

Harmaches Adalah Seorang Dewa Yang Muncul Selama Kerajaan Baru. Dia Dijuluki Sebagai Singa Pangeran,Putra Dari Dewi Sekhmet.

jumlah Dewa & Dewi kepercayaan Mesir Kuno? Totalnya ada 29. Siapa saja?  Amun, Anubis, Aten, Atum, Bastet, Bes, Geb, Hapy, Hathor, Horus, Isis, Khepri, Khnum, Ma’at, Nephthys, Nun, Nut, Osiris, Ptah, Ra, Ra-Horakhty, Sekhmet, Seshat, Seth, Shu, Sobek, Tawaret, Tefnut, and the last Thoth.

Orang Mesir kuno percaya kalau ke29 dewa dan dewi memiliki perannya masing-masing, yaitu untuk menjaga perdamaian dan harmoni di seluruh negeri. Beberapa dewa dan dewi memiliki tugas dalam hal penciptaan, beberapa membawa banjir setiap tahun, beberapa menawarkan perlindungan, dan beberapa mengurus orang-orang setelah mereka meninggal. Orang Mesir kuno percaya bahwa keharusan untuk mengenali dan menyembah dewa-dewa dan dewi agar hidup terus lancar.

DIBALIK PARA DEWA-DEWI MESIR

Berawal dari hanya adanya sebuah Nun. Nun adalah air yang gelap dan penuh kekacauan. Satu hari, sebuah bukit muncul dari dalam air ke permukaan. Bukit ini dinamakan Ben-Ben. Di atas bukit ini berdiri Dewa Atum, dewa pertama.

Atum terbatuk dan meludahkan Shu, dewa udara/angin, dan Tefnut, dewi embun/hujan/kelembapan. Shu dan Tefnut memiliki dua orang anak. Geb, dewa bumi dan Nut, dewi langit.Shu mengangkat Nut sehingga membentuk kanopi yang melindungi Geb (Ini memiliki arti kalau mereka berdua dinikahkan).

Nut dan Geb memiliki empat orang anak yang bernama Osiris, Isis, Seth dan Nephthys. Osiris merupakan raja di bumi dan Isis ratunya. Osiris adalah raja yang baik, dan dia mengatur bumi selama bertahun-tahun. Tiba-tiba segalanya menjadi buruk. Seth cemburu pada Osiris karena dia ingin mengatur bumi seperti yang dilakukan Osiris. Seth marah dan satu ketika dia membunuh Osiris. Osiris pergi ke dalam perut bumi dan Seth menggantikan Osiris sebagai raja di bumi. Osiris dan Isis memiliki seorang anak laki-laki bernama Horus. Horus melawan Seth dan mengambil alih tahta. Setelah itu, Horus menjadi raja di bumi dan Osiris menjadi raja di dalam perut bumi.

Amun

from google (Dewa Amun)
Amun adalah dewa terkuat di sejarah Mesir kuno. Pada puncak peradaban Mesir dia disebut sebagai ‘King of The God’. Amun masuk ke dalam jajaran dewa penting sepanjang sejarah Mesir kuno. Bahkan ketika dia dihadapkan oleh dewa Ra yang notabene adalah dewa tertinggi di Mesir, Amun bisa mengalahkan Ra dengan kekuatannya, sehingga dia juga dipanggil Amun-Ra. Dan untuk menghormati Dewa Amun, dibangunlah sebuah kuil di Thebes.

Anubis

from google (Dewa Anubis)
Anubis adalah dewa ‘pembalseman’ dan kematian. Kenapa disebut dewa pembalseman karena tugas dari dewa ini adalah mengawetkan orang yang meninggal, yaitu dengan memngoleskan balsem. Karena sering melihat serigala berada di pemakaman, maka orang Mesir kuno percaya bahwa dewa anubis yang memiliki kepala berbentuk kepala serigala ini merupakan dewa kematian.
Anubis adalah dewa yang membantu mengolesi balsem pada Osiris setelah ia dibunuh oleh Seth. Dengan demikian, Anubis adalah dewa yang mengawasi proses pemumian orang ketika mereka meninggal.
Para imam (sebutan untuk kepala suku di daerah tertentu di Mesir) sering memakai topeng Anubis selama upacara mumifikasi.

Aten

from google (Aten)
Aten muncul sebagai sebuah piringan matahari dengan sinar yang berhakhir pada tangan-tangan. Aten adalah bentuk dewa matahari Ra.

Selama pemerintahan Akhenaten, Aten adalah raja para dewa.

ATUM

from google (Dewa Atum)
Perwujudan Atum digambarkan sebagai seorag pria dengan dua buah mahkota di kepalanya. Atum dikenal sebagai pencipta dewa. Orang Mesir kuno percaya kalau Atum adalah dewa pertama yang ada di bumi. Selain itu, orang mesir kuno juga percaya kalau Atum lahir dari air kekacauan (Nun) dan menciptakan semua dewa.

Bastet

from google (Dewi Bastet)
Perwujudan dari dewi Bastet adalah seorang wanita dengan kepala kucing. Bastet adalah dewi pelindung. Dia selalu terlihat seperi dewi pelindung yang tangguh. Terkadang, dia muncul dengan kepala berbentuk seperti kepala singa untuk menjaga raja dalam pertempuran. Kucing adalah simbol untuk Bastet. Orang Mesir kuno membuat banyak patung berbentuk kucing untuk menghormati dewi Bastet.

 

Bastet adalah salah satu anak perempuan dari dewa matahari, Ra. Kuil megah dibangun di Bubastis, Delta, untuk menghormati dewi Bastet.

Bes

from google (Dewa Bes)
Bes memiliki perwujudan kerdil (seperti kurcaci) yang merupakan penggabungan dari wujud singa dan manusia. Bes memiliki permukaan kulit seperti singa.

 

Bes bertugas menjaga wanita yang sedang hamil, bayi yang baru lahir dan sebuah keluarga. Orang Mesir kuno juga percaya kalau Bes melindungi mereka dari serangan ular dan gigitan kalajengking.

Jimat Bes sangat populer digunakan oleh warga Mesir kuno.

Geb

from google (Dewa Geb | bawah)
Geb digambarkan sebagai seorang laki-laki yang berbaring dibawah lengkungan langit Dewi Nut dan memiliki angsa di kepalanya.
Geb adalah dewa bumi. Geb adalah suami sekaligus saudara laki-laki dari Dewi Nut. Dia juga ayah dari Osiris, Isis. Nepthys dan Seth. Orang Mesir memiliki kepercayaan kalau gempa bumi itu disebabkan oleh Geb yang sedang tertawa.

Hapy

from google (Dewa Hapy)
Hapy adalah dewa pembuat banjir. Dia dianggap penting bagi Orang Mesir karena dia membawa banjir setiap tahun. Banjir mengakibatkan tepi sungai Nil kaya akan lumpur yang memungkinkan untuk bercocok tanam.

Hathor

from google (Dewi Hathor)
Hathor adalah dewi pelindung. Dia juga merupakan dewi cinta dan kegembiraan. Hathor adalah istri Horus, dan terkadang dianggap sebagai ibu dari friaun.

 

Hathor terhubung dengan tempat asing. Di Sinai, Hathor adalah dewi padang pasir dan tambang pirus. Kuil yang besar dibangun untuk menghormati dewi Hathor, di Dandera.

Horus

from google (Dewa Horus)
Horus adalah dewa langit. Dia dikenal baik sebagai penjaga penguasa Mesir. Orang Mesir percaya kalau firaun adalah Horus di kehidupan nyata. Orang Mesir kuno memiliki banyak kepercayaan yang berbeda mengenai Dewa Horus. Salah satu dari kepercayaan itu adalah mereka meyakini bahwa Horus anak dari Isis dan Osiris. Setelah Osiris dibunuh oleh saudaranya, Seth. Horus merebut kembali tahta Mesir dari Seth. Dalam pertempurannya, Horus kehilangan salah satu matanya. Matanya tersebut dikembalikan pada Horus dan dijadikan simbol perlindungan untuk Orang Mesir kuno. Setelah pertempuran itu, Horus memilih untuk menjadi penguasa kehidupan di dunia. Sebuah kuil didedikasikan untuk Horus di Mesir, tepatnya di sebuah kota bernama Edfu.

Isis

from google (Dewi Isis)
Dewi Isis memiliki hiasan kepala berbentuk singgasana. Isis adalah Dewi Pelindung. Dia menggunakan kekuatan mantra sihir untuk menolong orang yang membutuhkan. Isis adalah istri dari Osiris dan ibu dari Horus.

 

Makna dari hiasan kepala Isis yang berbentuk singgasana adalah disana tempat Horus duduk. Dimana Horus di kehidupan nyata dianggap sebagai firaun.

Khepri

from google (Dewa Khepri)
Khepri adalah dewa dengan  wajah berbentuk kumbang. Dia merupakan dewa penciptaan, pergerakan matahari, dan kebangkitan.

 

Khepri terhubung dengan dewa Atum. Dia juga terhubung dengan dewa matahari Ra yang mendorong matahari melewati langit setiap hari.

Khnum

from google (Dewa Khnum)
Khnum adalah dewa pencipta, dan seorang dewa pembuat banjir. Khnum sebagai dewa pencipta, mencetak orang diatas roda tembikar. Tembikar dibuat dari lumpur sungai Nil, sehingga Khnum juga terhubung dengan peristiwa banjir tersebut.

Ma'at

from google (Dewi Ma’at)
Ma’at adalah dewi kejujuran, keadilan, dan kerukunan. Dia dikaitkan dengan keseimbangan hal-hal di bumi. Ma’at adalah anak perempuan dari dewa matahari Ra.
Firaun secara berkala melihat di dinding relief membuat sebuah persembahan pada Ma’at untuk menunjukkan kepada para dewa bahwa mereka telah menjaga kerukunan dan keadilan di bumi.

Nephthys

from google (Dewi Nephthys)
Nephthys adalah dewi pelindung kematian. Dia adalah saudara perempuan dari Isis dan Osiris, dan saudara perempuan/istri dari Seth. Nephthys juga ibu dari Anubis. Dia sering ditampilkan pada peti mati, atau dalam adegan penguburan.

Nun

from google ( Dewa Nun)

Menurut Orang Mesir kuno, Nun adalah air kekacauan. Nun adalah satu-satunya benda yang ada di bumi sebelum adanya daratan. Kemudian, daratan pertama muncul keluar dari Nun. Nun juga dikait-kaitkan dengan kekacauan yang terjadi di penjuru dunia.

Nut

 

 

from google (Dewi Nut | atas)

 

Perwujudan dari Dewi Nut adalah seorang perempuan yang tubuhnya melengkung melintangi langit, menggunakan gaun yang dihiasi bintang.
Nut adalah dewi langit, yang tubuhnya membentuk kubah/kanopi di langit. Nut adalah saudara perempuan/istri dari Geb, Dewa bumi. Dia juga ibu dari Isis, Osiris, Nephthys dan Seth.
Orang Mesir kuno percaya kalau pada akhir hari, Nut akan menelan dewa matahari, Ra, dan memberikan kehidupan padanya kembali di pagi berikutnya.

Osiris

from google (Dewa Osiris)

Osiris adalah dewa kematian, and penguasa neraka. Osiris adalah saudara laki-laki sekaligus suami dari Isis, dan saudara dari Nephthys dan Seth. Dia juga ayah dari Horus.

Selain dewa kematian, Osiris juga merupakan dewa kesuburan dan kebangkitan. Untuk menghormati dewa Osiris, maka dibangunlah sebuah kuil di Abydos.

Ptah

from google (Dewa Ptah)

 

Ptah adalah dewa pengrajin. Dalam salah satu mitos penciptaan, Ptah adalah dewa pencipta. Dia mengucapkan kata-kata dan dunia akan menjadi apa yang dikatakannya.

Ra

from google (Dewa Ra)
Ra adalah dewa matahari. Dia merupakan dewa paling penting bagi orang Mesir kuno. Orang Mesir kuno percaya kalau Ra tertelan setiap malam oleh dewi langit, Nut, dan lahir kembali setiap pagi. Orang Mesir kuno juga percaya kalau dia bepergian ke neraka di malam hari. Di neraka, Ra muncul sebagai pria dengan kepala berbentuk pemukul.

Ra-horakhty

from google (Dewa Ra-Horakhty)
Ra-Horakhty adalah gabungan dari dewa Horus dan Ra. Horus adalah dewa langit, dan Ra adalah dewa matahari. Oleh karena itu, Ra-Horakhty dianggap sebagai dewa matahari terbit.

Sekhmet

from google (Dewi Sekhmet)
Sekhmet adalah dewi perang yang merupakan dewi terkuat. Perwujudan dari dewi Sekhmet adalah wanita berkepala singa.

seshat

from google (Dewi Seshat)
Seshat adalah dewi menulis dan pengukuran. Dia merupakan seorang wanita yang menggunakan gaun kulit harimau kumbang dan hiasan kepala berbentuk bintang.

Seth

from google (Dewa Seth)
Seth adalah dewa kekacauan. Seth mewakili segala sesuatu yang mengancam kedamaian di Mesir. Dia adalah saudara dari Osiris dan Isis, selain itu dia juga saudara sekaligus suami dari Nephthys. Dia membunuh saudaranya Osiris, kemudian bertempur dengan keponakannya Horus untuk menjadi penguasa kehidupan.  Pada waktu tertentu dalam sejarah Mesir kuno, Seth dikaitkan dengan kekuasaan raja.

Shu

from google (Dewa Shu | tengah)
Shu adalah dewa udara/angin. Shu menopang dewi Nut sehingga bumi dan langit terpisahkan. Dewa Shu juga merupakan ayah dari Nut dan Geb.

Sobek

from google (Dewa Sobek)
Sobek adalah dewa Nil, seorang pria dengan kepala buaya dan hiasan kepala berupa bulu & cakram matahari. Sobek terhubung dengan Nil, dan melindungi raja. Buaya hidup dijaga dalam kolam di kuil yang dibangun untuk menghormati Sobek.

tawaret

from google (Dewi Tawaret)
Tawaret memiliki kepala kuda nil dengan lengan dan kaki singa, punggung dan ekor buaya, dan dada & perut wanita hamil. Tawaret adalah dewi yang menjaga wanita selama hamil dan juga menjaga anak yang baru lahir.

 

Banyak dewa dan dewi di Mesir kuno memiliki kuil yang dibangun untuk menghormati mereka. Dewa dan dewi seperti Tawaret dan Bes  disembah oleh orang-orang di dalam rumahnya sendiri. Orang-orang menyimpan amulet (patung berbentuk dewi Tawaret) dan menjaganya di dalam rumah.

tefnut

from google (Dewi Tefnut)
Tefnut adalah dewi embun/kelembapan, wanita dengan kepala menyerupai singa. Dia merupakan istri dari Shu dan ibu dari Nut (dewi langit) dan Geb (dewa bumi).

Thoth

from google (Dewa Thoth)
Thoth adalah dewa menulis dan pengetahuan. Thoth digambarkan sebagai pria dengan kepala burung ibis yang sedang menggenggam palet menulis. Orang Mesir kuno percaya kalau Thoth memberikan mereka hadiah tulisan hieroglif. Thoth juga terhubung dengan bulan.
Finally, ke29 dewa & dewi kelar juga gue bahas, meskipun ga terlalu mendetil. Setidaknya kita punya pengetahuan baru tentang dewa – dewi yang terkenal di zaman Mesir kuno. Mungkin selanjutnya gue bakal nyoba ngebahas dewa-dewi yunani, semoga nggak semeruah ini list nya. Omaigat jari gue sudah mulai berotot!!!
Postingan gue kali ini sangat dibantu oleh satu situs mengenai mythology Egypt. Situs yang cukup lengkap untuk seorang awam ingin mengenal tentang Mesir kuno. Feel free to visit this site http://www.ancientegypt.co.uk

Bangsa dan budaya Maya

Bangsa dan budaya Maya

mayan-palengue-temple

Sebuah cerita kuno bangsa Maya mengatakan bahwa 10.000 tahun yang lalu mereka berada dalam peradaban puncak. Walaupun para ahli purbakala meragukan kebenaran “ waktu 10.000 tahun yang lalu “ itu dalam tulisan mereka, namun  tetap menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat penting, sebab tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan, dari mana asal bangsa Maya itu dan kemudian kemana perginya mereka itu. Sebab telah dibuktikan, bahwa kota-kota bangsa Maya tidak dihancurkan oleh peperangan atau bencana bencana alam. Kota-kota itu dengan demikian telah ditinggalkan oleh para penduduknya. Bangsa Maya telah lenyap tanpa bekas. Mengapakah mereka telah meninggalkan kota-kota mereka yang hebat, yang telah mereka bangun “untuk bertahan sepanjang masa” dengan balok-balok yang utuh? Telah diakui bahwa apa yang disebut zaman “sebelum zaman kuno” berada diantara 1000-2000 tahun sebelum Masehi, akan tetapi dalam hal ini diakui oleh para sarjana, mereka sebenarnya tidak mengetahui apa-pun mengenai “zaman purbakala “ yang sebenarnya, yang mendahului “zaman sebelum zaman kuno”. Adalah sangat besar kemungkinannya, bahwa semua “kejadian nyata” dalam sejarah yang hingga kini belum dapat diketemukan, ada dalam buku buku yang telah dibakar oleh uskup Landa.

Hanya ada tiga buku kuno tulisan tangan dari bangsa Maya yang tidak ikut terbakar; lembarannya dibuat dari kulit pohon dan dilipat-lipat seperti harmonica. Buku-buku itu disebut menurut nama tempat, di mana masing masing disimpan : Dresdensis Codex (Codex = buku kuno dalam tulisan tangan ), Paris Codex dan Madrid Codex, yang juga dikenal sebagai Tro-Cortesianus. Tulisan-tulisannya yang sudah berwarna kuning karena tuanya, masih belum sungguh-sungguh dapat dimengerti. Yang telah dapatdipecahkan adalah “system menurut nomer” mereka yang sangat baik, akan tetapi sederhana. Mereka menghitung dengan goresan-goresan, yang diberi titik-titik di atasnya. Satu titik sama dengan 1, tiga titik dengan 3, dst nya. Angka 5 digambarkan dengan sebuah goresan, sehingga angka 7 menjadi sebuah goresan ditambah dua titik diatasnya. Bangsa Maya pun mengetahui nilai-nilai nisbi dan nol. Mereka menggunakan system “vigesima”, atas dasar 20. Kalau mereka ingin menulis bilangan 23 , maka mereka menaruh tiga titik di tempat “satuan” dan satu goresan di tempat “duapuluh”. Mudahlah untuk membedakan “goresan dua puluh” dari “goresan limaan”.
Goresan dua puluhan diberi tempat jauh lebih tinggi dari pada tempat goresan limaan. Kalender bangsa Maya mempunyai kualitas yang amat tinggi . Tanggal permulaan urutan waktu mereka adalah suatu hari dalam tahun 3113 sebelum Masehi. Para ahli dari Amerika selatan menyatakan, bahwa tahun gaib 3113 sebelum Masehi itu tidak ada hitungannya dengan sejarah yang sebenarnya dari bangsa Maya, akan tetapi hanya mempunyai nilai asli “simbolis” seperti ucapan bangsa Yahudi “sejak diciptakannya dunia”. Bagaimanakah mereka dapat mengatakan itu secara demikian pasti, kalau kita tidak mengetahui dari mana asal datangnya orang Maya itu dan kemana mereka lenyap pergi. Sangat banyaklah sudah tulisan tulisan mengenai kalender bangsa Maya itu. Suatu kenyataan adalah, bahwa kalender itu menggunakan system putaran-putaran tahun yang setiap putarannya berjangka waktu 374,000 tahun. Bangunan-bangunan didirikan menurut kalendernya : Untuk tiap hari selama sebulan sebuah anak tangga, untuk tiap bulannya sebuah “mimbar dan akhirnya, pada hari yang ke 365, berdirilah sudah tempat berhala itu. Kelihatannya seakan-akan orang -orang bangsa Maya dari kerajaan kuno itu membuat bangunan-bangunan keagamaan mereka bukannya karena terdorong oleh kebutuhan kepercayaan, melainkan karena kalender memaksakan mereka suatu kewajiban yang harus mereka penuhi. Observatorium para ahli perbintangan mereka, sebuah bangunan bundar di atas dua teras raksasa yang menjulang tinggi di atas hutan belukar, terletak di Chichen Itza. Para ahli perbintangan bangsa Maya mengetahui orbit bulan sampai pada empat desimal dan mereka juga dapat menghitung tahun planet Venus sampai pada sampai pada tiga desimal. Menurut ceritera kuno, maka para dewa permulaan dari bangsa Maya berasal dari bintang-bintang, mengadakan hubungan dengan bumi, dan kemudian kembali lagi ke bintang bintang. Dalam “ Popol Vuh ”, sebuah ceritera kuno bangsa Maya, dikemukakan bahwa 4000 pemuda dari cakrawala kembali ke “ bintang tujuh “, setelah mereka menderita kekalahan dalam perkelahian dengan manusia. Dewa Kukulkan rupa-rupanya betukar berita dengan bangsa Aztec, yang bernama Quetzalcoatl. Dia digambarkan sebagai seekor ular yang berbulu dan datang dari langit. Kalau orang-orang bangsa Maya, dalam hidupnya setiap hari melihat ular-ular merayap di tanah, maka sulitlah untuk dimengerti, mengapa ular-ular dalam gambaran dan relief mereka dapat “terbang “. Tulisan-tulisan bangsa Maya yang masih ada, meliputi 208 halaman yang dilipat menurut cara harmonica. Melihat banyak dan banyak macamnya tanda-tanda, bentuk-bentuk, lambang-lambang dan bentuk kombinasi, maka tidaklah mengherankan bahwa sampai sekarang hanya sedikitlah yang dapat dipecahkan artinya. Lukisan-lukisan pada serat pohon yang diberi lapisan tipis dari kapur sebagai landasan lukisannya, disimpan antara dua lembaran kaca. “Dresden Codex” mempunyai 74 halaman, dan berisi perhitungan mengenai perbintangan dan juga berisi daftar-daftar mengenai perjalanan dan gerak bulan dan planet Mars. Pada lukisan-lukisan itu selalu terlihat adanya makhluk mengerikan yang berbentuk seperti ular di dekat bilangan-bilangan. Makhluk itu dihubungkan dengan bulan dan memuntahkan air ke bumi. Makhluk “ manusia “ nya mengenakan kedok dan perlengkapan kepala yang rumit, dan seringkali kelihatannya mengenakan semacam pakaian selam. Bangsa Maya yang sedang melakukan percobaan-percobaan ataukah binatang binatang? Makhluk-makhluk yang tidak dapat ditentukan makhluk, apa sebenarnya, dengan menggunakan banyak peralatan yang aneh-aneh. “Paris Codex“ dibeli oleh “Bibliotheque Nationable” (Perpustakaan Nasional) di tahun 1832 dari koleksi seseorang. Dibuat dari bahan yang sama dengan bahan “Dresden Codex” dan mempunyai 22 halaman yang sudah sangat rusak. Dalam abad terakhir ini, pemeliharaan terhadap halaman-halaman yang dilipat-lipat itu adalah demikian jeleknya sehingga kini hanya tinggal dua halaman saja yang dapat dipertunjukkan dalam sebuah kotak dari kaca. Untungnya bagi kita adalah, bahwa dari “Paris Codex“ terutama berisi ramalan-ramalan menurut kalender. “Madrid Codex” disimpan di “Museo de America” di Madrid dan terdiri dari 112 halaman bergambar, dimana dapat terlihat gambar dewa-dewa dalam sikap upacara keagamaan yang besar. Gambar-gambar dan bagian-bagiannya, sampai yang kecil-kecil adalah sangat menarik. Kita dapat melihat segala macam benda dalam gambar-gambar itu.
Dewa-dewa berasap pada kulit bumi, dewa-dewa sebelum makan pembuluh darah, hukuman dengan tusukan pada lidah, seorang dewi dengan kepala ular pada roda pemintal. Saya telah mengkopi bagian-bagian dari buku-buku itu, yang sebenarnya hanya diketahui oleh para ahli-ahli saja, sehingga setiap orang yang berpengetahuan dan mempunyai perhatian terhadap dan mempunyai perhatian terhadap persoalan ini, dapat menilai sendiri apa yang benar-benar digambar. Saya mempunyai dugaan, bahwa orang awam akan merumuskan gagasan-gagasannya secara lebih bebas daripada seorang ahli bangsa Maya. Selama penyelidikan-penyelidikannya di lapangan dari tahun 1949 sampai 1952, seorang ahli purbakala bangsa Mexico bernama Alberto Ruz Lhuiller menemukan sebuah kamar penyimpanan jenazah di “Kuil naskah tulisan tangan“ di Palenque. Dari kamar depan kuil yang berada di mimbar tertinggi sebuah piramida bertangga, terdapat sebuah bordes yang miring agak curam dan licin karena kelembaban udara, yang menjurus ke bawah sampai hampir 75 kaki dan berakhir sampai 6 kaki dibawah tanah. Tangganya disembunyikan demikian rupa, sehingga dapat kita tarik kesimpulan, bahwa tangga itu tadinya pasti dirahasiakan. Ukuran dan letak kamar itu cocok dengan “pengertian tentang ilmu gaib “ (Marcel Brion). Para ahli purbakala beserta pembantu-pembantunya membutuhkan waktu tiga tahun untuk membersihkan tangga itu, dari puncak sampai ke dasarnya. Lantai ruangan itu terbuatdari satu batu utuh yang berukuran panjang 14 kaki dan lebar 7 kaki, dengan gambar relief yang luar biasa. Saya belum pernah melihat sebuah relief lainnnya, yang demikian indah dan cermat pembuatannya.
mayan hut
Ukiran-ukiran bangsa Maya terdapat di sekitar sudut-sudut permukaan yang datar itu, akan tetapi hanya sangat sedikitlah dari ukiran-ukiran itu yang dapat dipecahkan artinya. Batu datarnya dihias dengan ukiran-ukiran tulisan seperti yang terdapat di Dresden Paris dan Madrid Codex. Dalam gambar-gambar itu kita lihat sebuah kedok dewa bumi, dengan hiasan-hiasan bulu di dadanya, tali-tali dan pipa-pipa dari dari batu berwarna dan tidak ketinggalan pula seekor burung yang dianggap suci (burung Kwitzel dari Amerika tengah). Paul Rivet, salah seorang dari kelompok ahli-ahli purbakala yang telah menemukan kamar jenazah dalam kuil di Palenque itu, berkata, bahwa orang Indiannya digambarkan sedang duduk di altar pengorbanan dan bahwa dibelakang tempat duduknya terukir rambut jenggot Dewa Cuaca, motifmotif yang selalu timbul kembali dikota-kota Maya. Di bawah batu utuh yang dihias secara indah itu, terdapat sebuah kerangka dalam sebuah peti mati yang dicat merah. Sebuah kedok emas menutupi muka kerangka; beberapa butir batu pertama terdapat di sebelah kerangka, seakan-akan merupakan benda-benda upacara keagamaan dan benda benda yang dikorbankan. Sejak saya melihat batu kuburan di Palengue itu, maka saya menafsirkan dan merumuskannya dalam istilah-istilah tekhnik. Tidaklah menjadi persoalan, apakah kita menggunakan sudut pandangan ini ataukah itu , tetapi saya ada perasaan, bahwa ada petualang-petualang ruang angkasa tersangkut dalam soal ini. Potret-potret terbaik yang pernah saya lihat mengenai batu kuburan, yang berada di belakang pintu besi yang terkunci itu, adalah hasil pemotretan dari para pemotret film “ Kereta-kereta perang para Dewa kah? “Setelah delapan kali mengajukan permohonan, maka Pemerintah mengizinkan kami untuk kerja selama setengah jam dengan menggunakan kamera dan lampu – lampu sorot. Potret potret ini akan memberikan gambaran yang lebih baik kepada para pembaca mengenai persoalan yang saya bicarakan dari pada gambar-gambar dalam buku saya yang pertama. Akhirnya kesemuanya itu menujukkan, bahwa batu kuburan itu merupakan sebuah kerangka yang di tengah tengahnya terdapat makhuk, yang duduk agak membongkok ke depan (seperti seorang Astronaut di dalam module komandonya). Makhluk asing itu mengenakan sebuah topi helm, dari bagian belakang topi helm itu mencuat keluar dua batang pipa. Di depan hidungnya terdapat alat oksigen.

Makhluk itu sedang mengerjakan alat semacam tombol pengamatan dengan kedua tangannya. Jari-jari yang sebelah atas disusun, seakan-akan makhluk sedang menyetel sebuah tombol yang ada di depannya. Kita melihat dari arah belakang, empat jari dari tangannya yang sebelah bawah jari kelingkingnya bengkok. Apakah makhluk itu tidak kelihatan seperti sedang mengerjakan alat pengontrol seperti yang terdapat pada stir sepeda motor? Tumit kaki kirinya berada di atas pedal bertangga. Yang melihat relief di Palengue itu akan heran melihat kenyataan, bahwa “orang Indian yang berada di atas altar pengorbanan “ itu mengenakan pakaian yang sangat modern. Tepat di bawah dagunya terdapat semacam leher gulung sebuah kemeja wol. Bajunya yang sempit mempunyai lengan baju, yang ujungnya pada pergelangan tangan dilipat ke atas. Dia menggunakan ikat pinggang pada pergelangan tangan, dilipat ke atas. Dia menggunakan ikat pinggang lebar, dan mengenakan celana panjang, yang bagian atasnya lebar dan bercorak seperti mata jala, sedangkan bagian bawahnya, mulai dari sedikit di atas lutut sampai terus di pergelangan kaki adalah sempit. Di pergelangan kakinya terlihat bagian pakaian seperti kaos kaki pakaian lengkap bagi seorang astronaut !, peralatan di dalamnya di mana si petualang ruang angkasa itu duduk meringkuk dengan kaku, menunjukkan ciri-ciri teknis sebagai peralatan untuk perjalanan ruang angkasa.

Pompeii seni tertinggal dari reruntuhan Pompeii

Pompeii Art and Architecture Gallery

By Dr Joanne Berry
Last updated 2011-02-17

The sheer beauty and extent of the ruins of Pompeii – and the treasures it held secret for almost 2,000 years – have made it the most famous of archaeological sites. Browse here for a glimpse of the surviving art and architecture of the city – which provides fascinating evidence of how life was lived in ancient Roman days.

Kanker prostat ditemukan pada mumi


Kanker Prostat Ditemukan Pada Mumi Kuno

dari:http://id.berita.yahoo.com/kanker-prostat-ditemukan-pada-mumi-kuno.html

Mummi
Sumber: Getty Images/Jemal Countess

Penemuan kanker prostat di mumi Mesir berusia 2.200 tahun menunjukkan, faktor genetika mungkin berperan lebih besar dalam perkembangan penyakit ini ketimbang faktor lingkungan, kata peneliti. Kelompok tim peneliti internasional mengidentifikasi kanker pada mumi Ptolemic, yang disimpan di Museum Arkeologi Nasional Lisbon, menggunakan teknik computerised tomography (CT) scan.

Mumi yang dikenal sebagai M1 itu berukuran sekitar 65 cm dan merupakan mumi pria dewasa yang hidup antara 285-30SM, dan berusia 51-60 tahun ketika ia meninggal, seperti yang dilansir oleh uk.health.lifestyle.yahoo.

Gambar CT mengungkap adanya lingkaran kecil, bundar, luka mendalam pada tulang yang kebanyakan ditemukan pada panggul, tulang belakang dan di dekat tungkai. Ini semua merupakan indikasi dari kanker prostat.

“Luka pada tulang dianggap sangat mungkin merupakan bagian dari kanker prostat metastatik,” tulis para peneliti dalam Jurnal Internasional Paleopathology.

Ini merupakan kasus kanker prostat tertua di Mesir dan merupakan kasus tertua kedua di dunia, kata para peneliti.

Gaya hidup dan lingkungan sering disebut sebagai faktor penentu dalam perkembangan berbagai jenis kanker.

Mummi
Sumber: Getty Images/Jemal Countess

Namun, Profesor Salima Ikram dari Universitas Amerika di Kairo mengatakan: “Kami mulai melihat penyebab kanker yang utama bukanlah faktor lingkungan, namun lebih banyak genetis.

“Kondisi di zaman kuno sangat berbeda; tidak ada polutan atau makanan yang direkayasa. Ini membuat kami yakin bahwa penyakit ini tak selalu dikaitkan dengan faktor industri.”

Prof Ikram mengatakan, lebih banyak orang meninggal karena kanker saat ini karena mereka memiliki rentang hidup lebih lama. “Harapan hidup masyarakat Mesir kuno berkisar 30 sampai 40 tahun, ini berarti bahwa mereka yang menderita penyakit tersebut barangkali karena alasan lain dari perkembangannya.”

Ia menambahkan: “Temuan semacam ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk menemukan penyebab kanker, dan, pada akhirnya, mencari obat dari penyakit yang telah lama mengepung manusia.” Deteksi awal kanker prostat di dunia berasal dari kerangka berusia 2.700 tahun milik seorang raja Scythian di Rusia, para ilmuwan menduga bahwa kanker cukup lazim di masa lalu, meskipun kasus yang tercatat cukup langka.

Monumen Misterius Berbentuk Bulan Sabit Ditemukan di Israel

Liputan6.com, Tel Aviv – Monumen batu kuno dari masa 5.000 tahun lalu ditemukan di Israel. Bentuknya menyerupai bulan sabit. Namun apa fungsinya masih jadi misteri.

Terletak sekitar 13 kilometer barat laut Danau Galilea atau Danau Genesaret, struktur tersebut berukuran sangat besar — volumenya mencapai sekitar 14.000 meter kubik, memiliki panjang kira-kira 150 meter — lebih panjang dari lapangan American football.

Gerabah tanah liat yang diekskavasi dari area sekitarnya mengindikasikan, struktur tersebut monumen tersebut berasal dari masa 3050 SM hingga 2650 SM. Lebih tua dari piramida-piramida Mesir. Monumen itu dibangun lebih dulu dari Stonehenge.

Para arkeolog sebelumnya menduga, struktur tersebut adalah bagian dari dinding kota. Namun, studi terbaru yang dilakukan Ido Wachtel, mahasiswa S3 di Hebrew University of Jerusalem mengindikasikan tak ada kota di dekatnya. Atau dengan kata lain, struktur tersebut diduga kuat adalah monumen tunggal.

“Interpretasi yang diusulkan dari situs itu adalah tengara (landmark) yang menonjol di alam sekitarnya. Untuk menandai kepemilikan dan untuk menegaskan otoritas dan hak atas sumber daya alam oleh penduduk pedesaan atau pastoral lokal,” kata Wachtel seperti dikutip Liputan6.com dari situs sains LiveScience, Selasa (16/9/2014).

Mengapa bulan sabit? Menurut Wachtel, bentuk tersebut penting secara simbolik — simbol Dewa Bulan dalam kepercayaan Mesopotamia Kuno. “Nama dewa itu Sin,” kata dia.

Kota kuno terdekat yang disebut Bet Yerah — yang diterjemahkan menjadi ‘rumah dewa bulan’ berlokasi satu hari berjalan kaki dari monumen berbentuk bulan sabit. Mungkin struktur tersebut menjadi penanda batas kota, namun tak mungkin difungsikan sebagai benteng karena letaknya yang terlalu jauh.

Ribuan Hari

Monumen sepanjang 150 meter dengan lebar 20 meter, memiliki tinggi sekitar 7 meter. “Diperkirakan butuh waktu 35 ribu sampai 50 ribu hari untuk membangunnya,” kata Wachtel.

Pembangunan monumen itu tak mudah bagi penduduk saat itu yang bergantung pada pertanian. Pada saat monumen itu dibangun, Bet Yerah terletak hanya 29 km jauhnya. Sebuah kota besar dengan tata kota yang terencana dan sistem benteng sebagai bentuk perlindungan. Demikian diungkap dalam studi yang dijelaskan secara detil di Journal of Near Eastern Archaeology.

Penduduknya berhubungan dagang dengan Mesir — yang ditunjukan dalam sejumlah artefak termasuk kendi bertuliskan huruf hieroglif.

Nama Bet Yerah juga mengindikasikan hubungannya dengan dewa bulan. Meski tak pasti apakah nama yang sama dipakai 5.000 tahun lalu. Setidaknya, para peneliti menyebut nama ‘Bet Yerah’ tercatat dalam naskah rabbinik Yahudi yang berusia 1.500 tahun.

Struktur batu lainnya juga ditemukan di monumen bulan sabit itu. Salah satunya disebut Rujum el-Hiri di Dataran Tinggi Golan — area di timur Danau Galilea — yang memiliki empat lingkaran dengan piramida batu kasar (cairn) di tengahnya.

Usia Rujum el-Hiri masih jadi perdebatan di kalangan para ilmuwan. Riset terbaru yang dilakukan Mike Freikman, arkeolog di Hebrew University of Jerusalem menunjukkan, struktur itu mungkin mendahului monumen berbentuk bulan sabit selama beberapa abad.

Selain itu, monumen batu lainnya, berbentuk piramida kasar dengan berat lebih dari 60.000 ton ditemukan baru-baru ini di dasar Danau Galilea. Di bawah permikaan air. Usianya belum diketahui, namun seperti halnya monumen bulan sabit, letaknya dekat dengan Bet Yerah.

Kerja lapangan yang dilakukan Wachtel di struktur berbentuk bulan sabit itu adalah bagian dari thesis master-nya.

Kini, orang-orang yang tinggal di dekatnya menyebut monumen itu dengan namanya dalam Bahasa Arab — Rujum en-Nabi Shua’ayb. Kadang bangunan itu juga disebut “Jethro Cairn”, merujuk pada nabi Druze bernama Jethro yang memainkan peran penting dalam cerita rakyat setempat. Namun, apa fungsi sebenarnya dari menara itu masih misterius. (Tnt)

Dikutip dari liputan6.com

Arsitektur menawan di Suriah

(Seri Arsitektur Islam dan Timur Tengah) 
ARSITEKTUR UNIK DAN MENARIK SYRIA


Bimaristan Arghoni
Sumber:www.globalarabnetwork.com

Sejarawan Amer Rashid al Mobayed mengatakan bahwa bangunan tersebut termasuk 6 paviliun dengan desain arsitektur yang kreatif dan struktur tahan gempa bumi.

Terdiri dari ruang tunggu, klinik rawat jalan, farmasi dan ruang resepsionis untuk para pengunjung. Halaman utama adalah halaman ruang terbuka berbentuk bujur sangkar yang luas dengan sebuah air mancur yang besar dan indah.

Terdapat lima ruangan di timur dan barat yang mengitari koridor yang digunakan sebagai ruang pemeriksaan medis dan ruang pengobatan pasien non-residen.

Halaman tersebut membawa menuju dua ruang besar ke selatan dan utara dengan ornament tubuh-tumbuhan. Para pasien biasanya bersantai dan mendengarkan music yang dimainkan oleh sebuah band music di sana.

Arsitektur seni Islam juga ditunjukkan di beberapa bangunan Masjid. Masjid Goharshad adalah salah satu dari Masjid-Masjid terkenal yang terletak di provinsi Razavi Khorasan di timur laut Iran.

Bangunan tersebut terletak di komplek arsitektural Kuil Imam Reza di Mashhad. Masjid tersebut dibangun atas perintah dari Goharshad, istri dari Sharukh dari dinasti Timurid pada tahun 1418 dan diselesaikan oleh arsitek Ghavameddin Shirazi. Masjid tersebut adalah salah satu monument bersejarah yang paling terkenal di Iran karena karekteristik bangunannya dan kaya akan ubin dan dekorasi tulisan suci.

Masjid tersebut memiliki luas area sebesar 9419 meter persegi. Memiliki sebuah kubah lazuardi, empat beranda, sebuah halaman dan tujuh ruang besar. Pada dua sisinya terdapat dua menara Masjid yang indah, tiap menara tersebut menjulang 40 meter. Terdapat juga sebuah altar yang besar dengan sebuah batu dado dan sebuah mozaik berhiaskan cangkang.

Sebuah hiasan kaligrafi yang ditulis oleh Baysunqur Mirza dari Dinasti Tymurid yang memiliki salah satu kaligrafer terkenal pada masanya, masih tetap ada pada garis pintu masuk beranda. Beranda utara dibangun dengan menghormati inskripsi pintu masuk pada tahun 1087 hijriah selama masa Suleiman Shah dari dinasti Safavid. (ppt/iq/ir)


Bimaristan Arghoni


Mesjid Goharshad

Pesona historis Petra – Yordania

(Seri Wisata Timur Tengah) 

PESONA HISTORIA PETRA YORDANIA

 

Petra (dari πέτρα petra, “batu” dalam bahasa Yunani; bahasa Arab: البتراء, al-Bitrā) adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba. Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. PETRA Yordania (7 Keajaiban Dunia Baru)

Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding di batu di Yordania. Petra adalah kata dari bahasa Yunani yang berarti “batu”.

Petra merupakan symbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wandi Araba, sebuah lembah bercadasdi Yordania. Kota ini didirikan dengan mengali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9SM-40M oleh Raja Aretas IV sebagai kota kubu yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.

Nabatean membangun petra dengan sisitem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjirmedadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Hari ini, Istana Makan Hellenitis yang memilik tinggi 42 meter masih berdiri impresif disana.
PETRA Yordania (7 Keajaiban Dunia Baru)
Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.

Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewiArab kuno. Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia. Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.

Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra. Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.


Makam Obelisk Petra


Tampak Depan Gedung Petra

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah. Pada tahun 106 M, Romawi mengakuisisi Petra, dan memperlemah jalur perdagangannya. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun mulai terlupakan.

Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardtmemasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Popularitas Petra kembali mencuat di zaman moderen, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.

PETRA Yordania (7 Keajaiban Dunia Baru)
Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.

Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa.

Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubahberwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.

Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung. Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi. Pada 600 Masehi di Petra terdapat bangunan gereja. Abad ke-7 Masehi, Islamhadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat berziarah penganut Yahudi , Kristen dan Islam.

Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad S.A.W bersama pamannya pernah mengunjungi gunung ini.

Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra terlupakan selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.

Referensi:
7 Keajaiban Dunia Baru: adalah tempat/obyek di dunia yang merupakan keajaiban pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation yang bernama The New7Wonders Foundation berkolaborasi dengan beberapa badan/yayasan dunia lainnya. Terpilihnya tujuh keajaiban dunia diumumkan di Lisbon, Portugal, pada tanggal 7 Juli 2007.

Sumber : www.new7wonders.com, www.maitreya.or.id/forums, dari berbagai sumber

 

Sebuah Monumen Besar nan Misterius Ditemukan di Petra

Sebuah Monumen Besar nan Misterius Ditemukan di Petra

dikutip dari  detikNews
Sebuah Monumen Besar nan Misterius Ditemukan di Petra
Foto: Gambar citra satelit penemuan monumen di Yordania (LaBianca/S. Parcak/livescience.com)

Laporan temuan baru di situs warisan dunia tersebut dipublikasikan oleh Bulletin of the American Schools of Oriental Research oleh arkeolog Sarah Parcak dan peneliti Christopher Tuttle. Keduanya memakai citra satelit beresolusi tinggi dan potret drone sampai melakukan survei langsung ke lokasi. Belum ada ekskavasi di sana, namun dipastikan bangunan itu memiliki ukuran sekitar 800 meter di bagian selatan Petra.

Kementerian Pariwisata dan Benda Antik Yordania menyambut baik temuan ini. Menurut Menteri Lina Annah, hal tersebut bisa membawa kebanggaan bagi masyarakat Yordania. Penggunaan teknologi telah menjadi sebuah kebutuhan bagi penelitian selanjutnya.

“Penggunaan teknologi drone, pencitraan satelit, dan ekskavasi diharapkan bisa mengungkap lebih banyak ‘Harta karun’ Yordania,” terang menteri Annah lewat rilis kepada detikcom, Selasa (14/6/2016).

Diperkirakan, monumen baru tersebut berusia 2.100 tahun lalu. Dalam waktu dekat, proses ekskavasi rencananya akan dilakukan.

Petra adalah bagian dari tujuh keajaiban dunia yang dilestarikan. Kota kuno tersebut unik karena dibangun oleh suku Nabatean ribuan tahun lalu dengan cara memahat bukit batu cadas.

Bangunan yang paling dikenal di Petra adalag Treasury. Itu adalah makam raja yang belakangan oleh Romawi diubah fungsinya.

Peradaban Maju Lembah Indus Ada Sebelum Mesir Kuno

Peradaban Maju Lembah Indus Ada Sebelum Mesir Kuno

peradaban lembah indus india
Diperkirakan peradaban tersebar di seluruh bagian yang sekarang disebut Pakistan dan barat laut India di Zaman Perunggu dan pada puncaknya, sekitar lima juta orang tinggal di area satu juta mil persegi di sepanjang benteng-benteng yang dibangun di dekat lembah Sungai Indus

Kisah hancurnya peradaban yang telah maju sudah banyak mendapatkan pembuktian, misalnya adanya piramida yang mengesankan dan aturan yang rumit, tampaknya Mesir Kuno melambangkan suatu peradaban awal yang canggih, atau kemegahan peradaban Yunani kuno, maupun peradaban  Atlantis.

Dan kini adanya bukti-bukti baru menunjukkan Peradaban Lembah Indus di India dan Pakistan, yang terkenal karena adanya kota yang terencana dan kerajinan yang mengesankan, telah mendahului peradaban Mesir dan Mesopotamia.

Setelah dianggap salah satu dari peradaban tertua di dunia, para ahli sekarang percaya itu adalah berusia 8.000-2.500 tahun lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Studi mereka juga memberi penerangan baru tentang mengapa peradaban yang tampaknya maju itu telah runtuh.

Sebuah tim peneliti dari Archaeological Survey of India (ASI), Institute of Archaeology, Deccan College Pune, dan IIT Kharagpur, telah menganalisis fragmen tembikar dan tulang hewan dari Bhirrana di utara negara itu dengan menggunakan metode penanggalan karbon.

“Berdasarkan usia radiokarbon dari parit yang berbeda dan tingkat pemukiman di Bhirrana telah disimpulkan sebagai peradaban tertua di bagian benua India,” tulis para ahli dalam jurnal “Scientific Reports Nature”.

peradaban tertua
Bukti baru menunjukkan Peradaban Lembah Indus di India dan Pakistan, terkenal karena pembangunan kota yang terencana dan kerajinan yang mengesankan, mendahului Mesir dan Mesopotamia.

Mereka pernah juga menggunakan metode optically stimulated luminescence (OSL) untuk memeriksa penanggalan dan menyelidiki apakah iklim berubah ketika peradaban itu berkembang, untuk mengisi ‘kesenjangan kritis dalam informasi tentang peradaban Harappa (Lembah Indus).

Walaupun lebih banyak lagi pengujian yang dibutuhkan, penelitian ini menunjukkan Peradaban Lembah Indus ada sebelum penanggalan Mesir kuno dan Mesopotamia, yang juga terkenal karena kemampuan mengesankan mereka dalam membangun kota yang teratur dan terencana.

Diperkirakan peradaban tersebut tersebar di bagian dari yang sekarang disebut Pakistan dan barat laut India di Zaman Perunggu dan pada puncaknya, sekitar lima juta orang tinggal dalam satu juta mil persegi di sepanjang benteng-benteng yang dibangun di dekat lembah Sungai Indus.

Tembikar dan logam yang ditemukan di berbagai situs kuno di wilayah tersebut menunjukkan masyarakat tersebut adalah pengrajin terampil dan ahli metalurgi, mampu membuat tembaga, perunggu, timah dan timah, seperti membakar batu bata dan mengontrol pasokan dan drainase air.

“Penelitian kami mendorong kembali ke zaman tua seperti milinium ke-8 sebelum sekarang dan akan memiliki implikasi besar untuk evolusi pemukiman manusia di bagian benua India,” kata Anindya Sarkar, seorang profesor di departemen geologi dan geofisika di IIT Kharagpur, mengatakan kepada International Business Times.

Situs arkeologi di Harappa dan Mohenjo-daro di Pakistan, menunjukkan orang-orang kuno merupakan perencana kota dan petani mahir. Ditemukan pada tahun 1920-an, situs Mohenjo-daro adalah salah satu pemukiman terbesar dan paling maju dari Peradaban Lembah Indus, dengan jalan-jalan diatur memutar persegi mengelilingi rumah-rumah terbuat dari batu bata, dua aula besar untuk pertemuan, tempat pasar, pemandian umum dan sebuah sumur pusat .

kota terencana di jaman perunggu
Seorang pengawas situs, Hirabhai Makwana, sedang membersihkan tungku kuno.

Rumah tangga mendapat air dari sumur kecil dan air limbah disalurkan ke jalan-jalan utama, dengan beberapa barang yang lebih mewah kebanggaan mereka pada kamar mandi dan lantai kedua.

Para ahli sebelumnya telah menyatakankan peradaban yang tampaknya sukses dan maju tersebut secara bertahap tersapu ketika Sungai Indus kering sebagai akibat dari perubahan iklim. Selain itu, termasuk invasi bangsa Arya, bencana banjir, perubahan permukaan air laut, kekerasan sosial dan penyebaran penyakit menular.

Namun begitu, tim telah datang dengan teori baru, yang mengatakan bahwa iklim mungkin bukan penyebab merosotnya Harappa.

Saat itu masyarakat kuno mengandalkan musim hujan lebat dan teratur antara 9.000 dan 7.000 tahun yang lalu untuk mengairi tanaman mereka, setelah periode ini, bukti di Bhirrana menunjukkan orang terus bertahan meskipun terjadi perubahan pola cuaca.

Menurut para peneliti, dengan meningkatnya bukti-bukti yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat saat itu telah bergeser pola tanam mereka dari sereal butiran besar seperti gandum dan barley selama bagian awal musim hujan intensif menjadi spesies tahan kekeringan, jawawut dan padi, di bagian akhir dari penurunan musim hujan, dengan demikian mengubah strategi nafkah mereka.

Namun, perubahan tanaman yang mereka tanam dan yang dipanen mengakibatkan ‘de-urbanisasi’, menurunnya migrasi ke pusat kota dan meningkatnya migrasi menuju wilayah pinggiran kota, dan tidak memerlukan fasilitas penyimpanan makanan besar. Sebaliknya, masyarakat menggantinya ke ruang penyimpanan pribadi untuk menjaga keluarganya.

“Karena tanaman ini umumnya memiliki hasil yang jauh lebih rendah, sistem penyimpanan besar yang terorganisir secara matang periode Harappa ditinggalkan sehingga menimbulkan proses penanaman serta sistem penyimpanan berbasis perumahan yang lebih individual dan hal ini dapat bertindak sebagai katalis untuk deurbanisasi peradaban Harappa daripada keruntuhan yang tiba-tiba,” ungkap tim menulis.

Bagaimanapun pendapat diusulkan mengenai bagaimana suatu peradaban yang pernah gemilang telah lenyap, bahkan peradaban-peradaban yang lebih maju dibanding jaman sekarang juga ditemukan di dasar lautan, kenyataannya kini semua telah mengalami kehancuran hanya tertinggal sisa-sisa yang ditinggalkan untuk dikaji kembali oleh generasi sekarang, agar peradaban sekarang tidak mengulangi kejadian yang telah mereka alami.

Mengenai pemikiran tentang kaitannya antara kemajuan teknologi yang dicapai manusia saat itu dan saat sekarang, apakah telah berpengaruh besar pada perubahan iklim dan kemunduran lingkungan alam, mengingatkan kita pada pesan-pesan yang disampaikan orang-orang bijak zaman dahulu bahwa kemajuan teknologi berarti suatu kemunduran bagi manusia karena memanjakan sisi keserakahan manusia yang berakibat menimbulkan merosotnya etika kehidupan yang pada akhirnya berdampak balik pada kehancuran manusianya sendiri.

Italia angkat artefak kuno Romawi ketika menggali untuk metro kota Roma

  • dikutip dari bbc.co.uk 17 May 2016

Penggalian untuk kereta bawah tanah di ibu kota Italia, Roma, menemukan sebuah barak Romawi besar, yang berasal dari Abad ke-2.

Temuan ini dianggap amat penting sehingga pihak berwenang merencanakan akan membangun ‘stasiun arkeologi’ pertama di Amba Aradam, di jalur kereta bawah tanah ketiga di Roma.

Barak tentara Romawi tersebut -pada masa kekuasaan Kaisar Hadrian- ditemukan sekitar sembilan meter di bawah permukaan tanah.

Luas barak mencapai sekitar 900m2   (9,700sq ft) dan diperkirakan merupakan barak dari Pengawal Praetorian Kaisar Hadrian, dengan satu gang sepanjang 100 meter dan 39 kamar.

 

View of mosaics in Amba Aradam ruins, 16 May 16Image copyrightEPA
Image captionRoman mosaic floors have been discovered in the barracks

View of human bones at Amba Aradam site, 16 May 16Image copyrightAP

Image captionThe discoveries at Amba Aradam include human bones, bronze coins and bracelets
View of Amba Aradam ruinsImage copyrightEPA

Image captionThe extensive ruins will form part of a new metro station

Stasiun Amba Aradam berada di dekat stasiun pertukaran di Colosseum, Fori Imperiali/Colosseo, di sepanjang jalur Metro C, yang rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2020.

Kepala arkeologi untuk kawasan Colosseum, Francesco Prosperetti, mengatakan pekerjaan pembangunan kereta bawah tanah tidak akan ditunda walau harus ada perubahan dalam rancangan stasiun.

Amba Aradam diambil dari nama perang ketika Fasisme Italia menang atas pasukan Kaisar Ethiopia, Haile Selassie, tahun 1936, yang juga dikenal sebagai Perang Abyssinian.

Pengawal Praetorian dibentuk oleh kaisar Romawi pertama, Agustus, sebagai pengawal kaisar dan pasukan pribadi.